I Can’t Be Perfect.

by chachathaib

Siapa sih manusia yang sempurna?

Nggak ada.

Sama aja kayak saya,

Sama aja kayak kamu, kayak kalian.

Belakangan saya semakin merasakan ketidaksempurnaan itu dibanding hal-hal lain yang pernah terjadi sebelumnya.

Suami sakit, dan ini kali pertama saya turun tangan untuk mengurus dan merawatnya.

Karena sebelumnya saat saya sendiri sakit, saya menyerahkan semuanya untuk diurus ke orang tua saya.

Tapi tiba-tiba, lagi-lagi ada hal yang harus saya lakukan dan belum pernah dihadapi sebelumnya.

Selalu ada yang pertama untuk segala hal.

Pun begitu dengan mengurus orang sakit.

Saya berusaha bergerak cepat untuk mengambil obat,

untuk menyendokkan dan menyuapi makannya.

menyelimuti dan mengukur suhu tubuhnya.

Lantas beberapa kali saya melakukan kesalahan, yang buat saya bukan yang fatal.

tapi dia menunjukkan ketidaksenangannya. 

Sedih? Pasti.

Saya langsung merasakan bahwa semua yang saya lakukan adalah salah.

Misal dari sepuluh kali suapan yang saya berikan adalah benar, lalu dengan satu kali saya salah, berarti kemarin yang saya lakukan dengan benar juga tidak ada artinya.

menyebalkan? Iya.

Tapi ketahuilah bahwa saya berusaha semampunya untuk menjadi benar — walaupun tidak bisa sempurna.

Maaf saya untuk ketidaksempurnaan itu.

Maaf saya untuk kesalahan kecil yang saya lakukan tanpa sengaja.

Maaf saya untuk hal yang saya lakukan dengan benar tapi tidak artinya.

Tapi saya ingin memastikan bahwa dia melihat saya berusaha.

Saya yang selalu menaklukan diri sendiri dengan berkata; bahwa kamu memang sebegitu sulit, tapi sesuatu yang sulit bukan berarti tidak bisa dihadapi.

Terimalah kekurangan, syukurilah kelebihan.

Berbahagia kah kita di atas ketidaksempurnaan?