Percakapan Pendek

by chachathaib

“Kita ngga akan tau apa yang terjadi di depan nanti, ‘kan?”
“Iya. Tapi bukan berarti kamu bisa seenaknya ngasih aku ketidakjelasan seperti ini…”
“Aku pasti ninggalin dia. Pasti.”
“Kapan?”
“…ya… Nanti.”

Bahuku rasanya bertambah berat. Kupandangi kekasih orang lain yang duduk diam di hadapanku ini berkali-kali. Hampir satu tahun dia berselingkuh karena aku, yang akhirnya menyerah dan ingin diutamakan.

“Aku rasa kita sudah seharusnya selesai. Kalau saat nanti kamu bisa meninggalkannya demi aku, bukan tidak mungkin suatu waktu kamu juga akan meninggalkanku demi yang lain.”