Untitled

by chachathaib

Saya sendiri yang pernah bilang bahwa menerima adalah setinggi tingginya mencintai.
Termasuk di dalamnya menerima keegoisan, kemarahan, dan keangkuhan kah?
Saya sendiri masih mencari tau.
Saya pernah baca bahwa ketika pasangan kita marah, sepetinya saat itu yang ia kenal hanya amarah, ambisi untuk menjatuhkan, egoisme untuk menang dan bagaimana caranya agar tidak disalahkan.
Lalu ketika marah, ketika kesal, apa rasa sayangnya hilang? Ke mana? Bagaimana bisa?
Tidak adakah sedikit rasa takut bahwa pasangannya akan merasa disakiti oleh kata-kata? Tidak? Sedikitpun?
Bagaimana bisa?
Ada satu hal yang orang lupakan ketika dia sedang marah…
Hati orang lain yang harus dijaga, karena ketidaktahuan kita atas kerapuhan seperti apa yang kita hadapi.