Dia…

by chachathaib

Dia bisa begitu menyebalkan,
bisa juga begitu menyenangkan.
Dia bisa begitu pelupa,
bisa juga begitu peduli pada hal-hal kecil yang tak diingat semestinya.
Dia bisa begitu cuek,
bisa juga begitu perhatian tanpa perlu diminta.
Dia bisa begitu membuat kepala saya pecah,
bisa juga membuat saya mencari bahunya untuk menyandarkan kepala melepas keluh kesah.
Dia bisa begitu membuat saya ingin pergi dan meninggalkan,
bisa juga membuat saya mencari untuk memeluknya berlama-lama.
Dia terkadang mendengkur memekakkan telinga,
tapi begitu sepi saya merindukan suaranya.
Dia sahabat paling baik yang paling saya percaya dan saya cari,
juga musuh yang paling sering saya jauhi.
Dia segala yang menyebalkan sepuluh kali lipat dari kata menyebalkan itu sendiri,
Dia juga segala yang membahagiakan dan selalu menjadi tempat saya kembali.
Dia begitu nyaman seperti rumah,
seperti bicara dengan orang asing yang begitu ramah,
seperti pasangan dari sesuatu yang sebelumnya hilang.
Dia pasangan jiwa,
yang dirancang Tuhan sedemikian rupa untuk menyeimbangkan hidup saya.
Suami, sekaligus nantinya Ayah yang dibanggakan keturunannya, juga imam yang menuntun langkah saya ke surga dengan ridho-nya.

Dia paket lengkap dari Tuhan, untuk menua bersama, tumbuh…dan saling melengkapi selamanya.