Kau Jadikan Nyata

by chachathaib

Teruntuk calon suamiku,

Sayang… Kurang lebihnya 30 hari lagi kita akan dipersatukan atas nama Allah. Sebagai sepasang suami istri, yang selayaknya sehidup-semati, susah-senang, bangkit-jatuh, sehat-sakit, kaya-miskin, bahagia-air mata, semuanya.
Sungguh bukanlah hal mudah untuk pada akhirnya mendapatkan ketetapan hati dan keyakinan bahwa memang kamu satu-satunya yang paling aku inginkan.

Dua tahun lalu,
Saat pertama kali kita bertemu, 2 Maret 2011.
Aku bahkan masih ingat saat tanganmu gemetar menjabat tanganku. Setelah satu minggu lebih beberapa hari kemudian, 11 Maret 2011 akhirnya kita resmi berpacaran dan lebih sering lagi saling genggam.
Sungguh bukanlah hal mudah untuk mencintai dan memerhatikanmu dari jauh. Tapi satu hal yang selalu kusadar, berjauhan bukan berarti kita tidak saling mendoakan.

Juli 2012,
Setelah begitu banyak hal yang kita lalui,
keraguan demi keraguan, keyakinan satu sama lain yang seringkali hampir luntur…
Kebahagiaan yang jarang utuh karena jarak.
Hingga di depan makam Almarhumah Ibumu… Kamu memberanikan diri melamarku.
Sungguh bukanlah hal mudah untuk menerima permohonan mulia itu, mengingat aku berada jauh di bawah usiamu. Mengingat aku masih merasa belum sepantasnya mendapatkan sebuah hal baik yang datang tanpa diduga sebelumnya.

1 September 2012,
Keluarga besarmu datang membawa hantaran dan niat untuk meminang. Kalau ada yang lebih dari bahagia, pasti sudah aku sampaikan.
Sungguh bukanlah hal yang mudah, berjauhan dalam keadaan kita harus mengurus semuanya di dua tempat yang berbeda untuk persiapan pernikahan.

Tapi, Sayang…
Setelah semua hal yang tidak mudah… Ternyata kita selalu bisa melewatinya. Karena satu hal yang paling kuyakini, bahwa dengan keberadaanmu…
Dengan bersamamu dalam hidupku.
Semua akan selalu baik-baik saja.

Terima kasih karena selalu berusaha menjadikan mimpi-mimpiku untuk jadi nyata.
Dan Allah banyak menjawab doa-doaku dengan menghadirkan kamu.

Sungguh, sekalipun jarang kukatakan.
Aku cinta kamu, selalu.

Sampai bertemu di meja penghulu 10 Maret 2013 nanti.

Salam,
Calon Istrimu yang tengah malam susah tidur karena menahan rindu.