Setelah Hujan di Sudirman

by chachathaib

Sisa hujan masih melekat basah di sepanjang Sudirman.
Seperti lekang ingatan tentang mantan kekasih yang belum juga usai.
Aku sesekali memandangi argo taksi yang kian melaju.
Masih sangat jauh dari tempat yang ingin aku tuju.

Jalanan padat, kendaraan berdesakkan saling ingin cepat sampai ke tempat tujuan.
Seperti pikiranku yang sesak diisi dua orang.
Memang bukanlah hal baik, memaksakan keinginan yang bertolak belakang dengan kenyataan dan keadaan.

Aku menimang-nimang ponsel di tangan kanan,
cukup ragu dengan tindakanku.

“Bisa ke Plasa Senayan satu jam dari sekarang?”
“Pacarmu ke mana?”
“Bisakah berhenti bertanya?”
“Kamu tinggal bilang bahwa kamu rindu dan aku akan ke sana.”
“Ada yang ingin aku bicarakan.”
“Tentang apa?”
“Aku rindu pacarku dan mulai bosan membohonginya hanya untuk mencuri waktu bersama denganmu.”
“…”