Kali Ini Aku Tidak Akan Pergi Lagi

by chachathaib

“Aku pernah bilang bahwa kamu terlalu baik untuk menjadi kekasihku?”
“Sering.”
“Aku salah. Nyatanya bukan kamu yang terlalu baik, hanya aku yang terlalu brengsek. Semua yang dari kamu telah mencukupi aku.”
“Kamu sudah memilih jalanmu. Jalan yang bukan bersamaku. Pergilah…”
“Aku ingin kembali. Terimalah…”

Jika memang dirimulah tulang rusukku
Kau akan kembali pada tubuh ini
Ku akan tua dan mati dalam pelukmu
Untukmu seluruh nafas ini

Kita telah lewati rasa yang pernah mati
Bukan hal baru bila kau tinggalkan aku
Tanpa kita mencari jalan untuk kembali
Takdir cinta yang menuntunmu kembali padaku

Sayup kudengar lirik lagu yang menyayat hati itu disela-sela omongan lelaki di hadapanku ini. Yang telah cukup lama pergi, yang selalu kutunggu kembali nya ke pelukanku sampai detik ini.
Bimbang menyergapku dengan bayang-bayang akan perasaan ditinggalkan yang begitu menyakitkan. Yang kuhindari agar tidak terjadi berulang kali.

Ini yang terakhir, aku menyakitimu.
Ini yang terakhir aku meninggalkanmu.
Ini yang terakhir, takkan ku sia-siakan hidupmu lagi…

“Pelukku selalu terbuka untukmu. Anggaplah hati dan jiwa yang mencintaimu ini adalah rumahmu sendiri.” Kataku padanya.

Entahlah, mungkin lirik lagu itu yang membuatku memercayainya dan menyerahkan lagi semua seutuhnya di tangannya, di masa depannya.

“Terima kasih, aku tahu bahwa kamu sadar kamu adalah satu-satunya yang paling membutuhkanku.”
“Apapun, asal jangan pergi lagi.”

Terinspirasi dari lagu “Seluruh Nafas Ini” – Last Child feat. Giselle.