Malam Minggu Tanpa Kamu

by chachathaib

Malam minggu pertama tanpa kamu.
Segelas lemon tea hangat dan lagu dari Noah berjudul “Hidup untukmu, mati tanpamu.”
Pikiranku melayang, mendarat di lengkung senyum yang biasa menenangkanku. Mendarat di teduhnya pandangan yang biasa membuatku percaya bahwa semuanya akan baik-baik saja.
Aku mengumpulkan sisa-sisa keberanianku meraih ponsel di dekat gelas lemon tea hangat yang sisa seteguk lagi menemaniku di balkon rumah tua peninggalan Ibu.
Pandanganku menerawang ke arah langit yang pernah dipuji oleh kamu tentang bintang paling terang.
Iya, ternyata berat tanpa kamu.
Semesta sepertinya selalu mencoba untuk mengingatkanku lagi dan lagi.
Lelahku ternyata belum juga cukup selama ini.
Menjadi satu-satunya yang menemanimu berlari, tapi juga yang paling dilupakan ketika kekasihmu mulai rebah di sisi.

“Selamat untuk pernikahanmu besok, semoga bahagia selalu besertamu”

Sebuah pesan yang kuketik dengan benar-benar berat hati, akhirnya kukirimkan.

Malam minggu pertama tanpa kamu
Malam menjelang pernikahanmu