Pelangi dan Matahari Kita

by chachathaib

Pada daun yang bergerak mengikuti angin, aku membisikannya cerita tentang kita.
Rindu yang tak pernah kembali pada pemiliknya,
juga mata yang basah karena melepas dengan tidak rela.

Sebelah pikiranku tahu kamu telah berbahagia,
pun aku dengan kekasihku.
Tapi memang sepandai-pandainya mata membohongi apa yang dipandangnya,
Hati akan lebih pintar mencari jalan menemui tuannya.

Pada terik yang tidak lelah mendampingi matahari,
Aku mengharapkan setelah hujan nanti akan hadir pelangi yang kita ciptakan sendiri.