Tersisa Sendu

by chachathaib

Malam ini aku disapa penyesalan,
ditanyakan mengenai mengapa dulu aku mudah sekali melepaskan.
Padahal kamu telah menunggu dengan begitu sabar.
Ditanyakan menyoal apa yang bersarang dipikiranku,
sampai akhirnya meninggalkanmu.

Malam ini aku berteman dengan lenganku sendiri,
memeluk angin berbalas sepi.
Mengingat-ingat lagi tentang kita yang telah jauh dibawa musim gugur pergi.

Entah aku yang terlalu mudah melepaskan,
atau memang kamu yang tidak pantas dipertahankan.

Yang nyata sekarang hanya sebaris rapi penyesalan,
menungguku bergerak,
kembali menghampirimu,
atau membiarkan menjadi bagian sisa masa lalu sendu.