Pahatan Tanpa Nama

by chachathaib

Berkali – kali aku memandangimu,
berlalu lalang orang – orang di hadapanmu.
Tak sekalipun menoleh kepalamu,
matamu sayu berkabut masa lalu.

Berdiri aku membujur selangkah dari tubuhmu,
berharap tanganmu menyambutku.
Tak sekalipun melangkah kakimu.
lemah bersandar pada dinding kayu.

Berganti bersama orang lain setiap hari aku hadir di malammu,
berganti celoteh mereka bicara tentangmu.
Patung setia kesayanganku,
ronggamu di balik pahatan putih bernafas hanya untuk aku.